Minggu, 06 Maret 2011

Prince, Sayalah Cinderella. Kembalikan Sepatu Saya!

Once upon a time.. Cinderella berniat mengikuti ukesma. Gila, mulia banget hati Cinderella itu #sepik. Berbekal sepatu setandar lapangan, dia melangkah mantap menuju medan simulasi..

Selama ane kuliah di Universitas Gadjah Mada, ane belom pernah benar-benar menyusuri setiap jengkal kampus ane yang kabarnya sangat luas itu. Yang ane lewatin saban hari hanyalah jalan sekitar GSP dan tentu saja, sekitaran jalan Denta alias FKG UGM. Yaiyalah, ane kuliahnya disono. Yang jelas ane mengendarai motor dan bukannya ngesot sambil membawa tandu berisikan manusia. Hah? Manusia Cung? Ho'oh, manusia. Inget nggak sih jaman esde esempe pernah diajarin bikin tandu buat gotong menggotong korban? Pake simpul mati, simpul idup, simpul sentik-sentik. Nah, dua hari yang lalu ane bersama-sama geng dragbar ukesma disuruh membikin dragbar. Ane merelakan tangan ane kepanasan demi terlahirnya dragbar yang berkualitas *apasih. Dragbar itu digunakan untuk mengevakuasi korban. Ya, disini korban yang dimaksud adalah korban bo'ong2an yang seakan-akan sedang sekarat dan perlu untuk dievakuasi.

Acara ini dinamakan simulasi ukesma walaupun pada akhirnya Putrek bersikeras untuk menamainya Fear Factor. Ane setuju sih, tapi bukan, bukan. Kata mereka sih ini simulasi. Setelah dua minggu mengikuti diklat ruang, praktek, dan ujian kita sampai pada simulasi ini.

Yang ane remet dari tadi adalah selongsong bambu. Yang jelas bukan bambu runcing dan bukan juga bambu bujel *apasih*. Bambu yang ane maksud adalah bambu dragbar. Yeah, dragbar yang dari tadi ane sebut-sebut. Temen-temen di belakang ane juga melakukan hal yang sama, menjinjing dragbar. Suer, ane berdoa supaya hujan nggak usah turun malam ini. Tapi nyatanya dari sore kita berangkat langitnya suram. Yak, bener. Gerimis tipis mulai turun. Doa ane nggak terkabul dan ane nggak tau apakah harus selalu ada alasan jika doa ane nggak terkabul? Sepertinya sih enggak. Enggak tahu maksud ane.

Akhirnya kita transit di salah satu parkiran fakultas teknik untuk beribadah dan istirahat. Parkiran lho ya, bukan KPTU. Parkiran itu sempit bangeeet.. dan ada dua buah motor yang tertinggal. Mas-mas yang berniat ngambil motor waktu itu pun syok karena motornya dikerumuni gembel-gembel berkalung nametag yang terlihat seperti korban pengungsian darurat. Di parkiran yang sempit itu, jadilah kita berdesak-desakan untuk ngeyup. Aha! Mungkin tujuannya biar anget kali ya. Yaiyalah anget, apalagi nih bobil-bobil ngumpul jadi satu. Nggelar mantol'e dhewe-dhewe neng tengah-tengah, terus pada gelesotan. Camilan mulai dihidangkan dimana-mana, nggak lebih dari jangkauan tangan ane udah bisa nyomot sini nyomot sana. Tapi tentu saja bukan dari tas ane. Ane kan cuman bawa TOP satu biji, itu aja pemberian Pren yang membawa TOP dua biji. LOL. Ini ibu-ibunya udah lengkap, makanannya udah dikeluarin, pasti sebentar lagi arisan dikocok. (--") Yuk mari..

Satu jam, dua jam. Setelah capek ngetawain triage buatan Putrek yang lebih mirip kartu wasit dan lelucon-lelucon pekok lainnya, kita memutuskan untuk ngebo. Dimana-mana, tidur selalu jadi pilihan kan. Sialnya, ane nggak kebagian tempat sampai harus tidur dengan posisi jongkok. Bener-bener bikin tengeng. Udah mirip orang klenger kena wabah diare deh ane, beneran.

Satu persatu kelompok akhirnya mendapat giliran untuk memulai perjalanan sementara kelompok ane harus bersabar karena kita kejatahan giliran kepretan. Akhirnya kita ngubrul gitu deh sambil gelosotan. Ngenes banget. Untungnya ditemenin camilan kriuk-kriuk. Dan ane masih enggan mengeluarkan TOP ane satu-satunya. *emangnya ada gitu yang ngarepin?

Kira-kira pukul 23.00 dimana kodratnya ane sudah berada di atas kasur sambil online, kelompok ane akhirnya dipanggil juga. Hoahem banget deh ane, baru mulai? Capek deh.. kenapa enggak ketemuan di TKP jam segini aja kalo gitu? #plaaak. Panitia pun menjelaskan kalau ketemu orang di jalan nanti, maka kita harus mengucapkan kata sandi. Sumpah iki wagu banget, kata sandinya adalah "lebah..lebah.." dan panitia yang mendengarnya akan menyahut "silahkan menyengat.." buahaha, ane nggak bisa nahan ngikik. Absurd banget tuh sandi! Kenapa enggak sekalian: "Tawon.. tawon" lalu mereka akan menjawab "Silahkan menyengat loch.." lalu kata Putrek, "Sengatin kita dongs.." buset iki pekok banget (--").

Mulailah kita berjalan setapak demi setapak sambil nguap-nguap, sambil kriyip-kriyip. "Lebah..lebah.. lebah.. lebah.." "Silahkan menyengat!"
***
Sepertinya udah lama banget kita jalan kaki sambil menggotong korban. Entah sudah berapa jam. Ane udah nggak betah, rasanya pengen bikin sinyal SOS pake senter lalu ada Mas Edward yang selametin ane dari hutan pengasingan ini. Sayangnya hutan ini terlalu bau dengan eek burung cangak nan pesing. Ane rasa dia ogah kesini. Ane juga ogah! Bayangin aja kita cewek-cewek harus ngangkat-ngangkat orang! Terbukti sudah kita nggak dilahirkan sebagai kuli panggul. Sebentar-sebentar kita harus turunin dragbar sambil misuh2. Lalu diangkat lagi. Lalu misuh2 lagi. "Encok mak! Encok mak! Hadoh, pundakku tugel!"

Kita pun encok, dislokasi otot, dislokasi otak. Semuanya dah.. ane pikir seharusnya kita dibawakan tandu dan diangkut pulang menuju kasur. Itulah pertolongan pertama yang ane harap-harapkan. Namun sebelum ane berharap terlalu tinggi ane harus melihat kenyataan. Ane harus realistis. Ane pun berusaha untuk tidak merengek namun tidak bisa. Ane berusaha untuk tidak misuh namun tidak bisa. Lalu ketika nggak ada lagi yang bisa diandalkan, kita, manusia hanya bisa berseru pada Tuhan. Ane harap ane punya ibu peri yang bakalan muncul di depan ane dengan sekali siul. Nggak usah muluk-muluk deh, ane cuma minta tolong pinjemin ototnya Ade Rai bentar buat mengangkat beban yang setara dengan dua karung beras ini *ingat, ane selalu lebay*.

"Lebah.. lebah..."
Ane pun akhirnya melupakan harapan ane yang tidak realistis barusan. Karena pada kenyataannya, kita dihadapkan pada kalen di perikanan. BAU. Jangan tanya apa yang ada di dalamnya. Busetdah.. Kalen ini dalem banget untuk ukuran kalen. Apalagi, ada bagian gorong-gorong yang harus dilewati dengan cara menunduk. Kalo kalen ini diisi penuh, ane pasti megap-megap kelelep air comberan dan ditemukan dengan keadaan mengenaskan. Mungkin bolongan hidung ane hilang. Beruntungnya, air kalen ini nggak terisi penuh sehingga ane dan teman-teman ane nggak perlu kelelep gara-gara menyeberang kalen. Sebelum ane terjun, ane terpeleset dan rupanya pantat ane mengenai sebuah benda lembek. Ane tau benda itu dicurigai bau tapi dengan begonya ane cium juga. HUEEEK! Bulu hidung ane memberontak dan dikawatirkan rontok. Ane pengen muntah sampe usus-ususnya! Telo banget ini, benda apa ini yang ane dudukin? (--") Ane males mencari tau dengan mendeteksi baunya dua kali.
Dengan susah payah kita melewati kalen. Kita berdiri, jongkong, hingga terbang. Lega banget tantangan berat ini sudah kita lewati. Kita pasti akan segera pulang.

"Lebah.. lebah.."
Di seberang ada Lira, temen sejawat ane yang sedang menjaga pos. "Silahkan menyengat..". Lira pasti akan menunjukkan kemana jalan pulang. Memberi bekal kompas, sekotak susu ultra dan nasi box, nggak lupa peta menuju jalan pulang. Lagi-lagi harapan ane terlalu tinggi. (--") Dia menunjukkan sesuatu di belakang sana. DANAU! Buset.. Buset! Apakah kita akan diving atau snorkeling? Ane pun merasa bersalah karena tidak membawa kacamata renang. Tapi marilah berpikir positif. Dengan 500 perak, kita akan diantar ke seberang dengan menggunakan perahu sampan.
"Iya, nanti kalian nyeberang yaa.. Semangat!"
"NYEBERANG?" kita menganga amat lebar. Nyamuk hutan pun keluar masuk lewat mulut kita. Ini adalah firasat buruk dan akan sepertinya firasat kita kuat.
Finally, ane nyempelung deh. Kita harus bekerjasama untuk memindahkan tandu berisi korban ke ban apung. "Blubuk..blubuk.." "Telo!" Pisuhan pertama. "What the hell!" Pisuhan kedua. "Busetdaaah!" Kaki ane terpendam dalam lumpur. Sial, tebel banget lumpurnya ini. Seharusnya ane pinjem sepatu sampah kemarin. Ane pun mulai melangkah dengan berat. Rasanya ane barusaja dikaruniai kaki gajah tingti dan ditugaskan untuk menyeberangi danau ini. "Teloooo!" ane mendapati kaki ane tak beralas. Sepatu ane di dalem lumpur! Huaaaa.. ban apung oleng dan ane kesulitan mencari sepatu. Akhirnya karena ane udah ndembik banget, ane disuruh naik oleh panitia dengan mengenaskan. Badan ane udah basah dan berbau aduhai. Muka ane lecek menghawatirkan sepatu ane yang sebelah. Okelah, sepatunya akan diganti besok dengan yang baru oleh panitia. #ngarep
Ane pun ketar-ketir kehilangan sepatu kesayangan ane.
Di atas ini adalah jasad sepatu ane yang satunya (--")

Mungkin karena sudah pukul dua belas malam, cinderella pun sekarang menjadi gembel yang bau kalen. Sepatu cinderella terceblok di dalem lumpur. Mengenaskan. Tunggu aja deh pangeran kodok meminjam peralatan selam, lalu menemukan sepatu cinderella. *ngooooookkk

Kamis, 10 Februari 2011

What a Ngoeeeh Holiday

Liburan? WOW. Kedengerannya ampuh banget untuk mengistirahatkan otak dari kebunekan dan membersihkannya dari hal2 yang tercemar. Maksut lo kuliah? No, no komen maksut ane. Yang jelas seperti mahasiswa lain, ane juga merindukan liburan. Liburan itu merdeka! Merdeka dari kuliah dan segala thethek bengek-nya, merdeka dari waktu.. tidak ada alarm yang sama sekali nggak berperikengalongan. Ane bangun siang dan mengucapkan selamat pagi di siang hari. Ahaaay!
Sekarang ane juga baru liburan. Kali ini adalah liburan semester ganjil yang nggak sepanjang liburan semester genap yang bisa sampai 2 bulan. Gila, bisa puas hibernasi tuh. Oke, liburan semester genap, ane udah nggak sabaaar! *emangnya mau ngapain?* haha padahal ane juga belom ada plening apa2 :hammer:
*sigh* sebenernya liburan kali ini, ane sama geng ubyang-ubyung berencana ke Dieng. Tapi nyatanya? Gatotkoco. Gagal total kokean cocot. Okelah, kita punya acara sendiri2. Ane maklum deh, nanti aja liburan semester genep bayarin ane ke Lombok ya buat menebus kesalahan #plaaak.
Akhirnya dengan segala kesederhanaan dan kerendahan hati, ane liburan ke Jogja. Kota eksotis yang kaya akan budaya. Bule aja banyak yang mampir ke Jogja. Ane ngikutin bule2 itu aja deh liburannya di Jogja. Oke, biar ane perjelas. Maksud ane dirumah ane sendiri. *ngooook.
Ngapain aja dirumah? Yang pasti ane online hampir seharian. Jejaring sosial emang nggak pernah luput dari perhatian ane. Tapi kalo kuliah selalu luput. Tumpukan dvd di depan ane ini adalah salah satu obat sindrom nggak ada kerjaan. Inilah makanan ane sehari-hari. Belom semuanya ane tonton, tapi ane harap suatu hari nanti ane bisa katam. Kalo textbook2 kuliah sih ane nggak pernah narget.

Ane termasuk hobi nonton. Dan sepertinya gara2 ini juga sekarang ane butuh kacamata karena pemandangan di kejauhan udah terasa makin blawur. Duniaku blawurr.. huaaaa #eh.
Kalo nggak nonton film, biasanya ane baca novel. Jadi ane kemarin ke gramed untuk borong novel? Tentu saja, tidak. HAHAAAHA
Tapi ya begitulah, kebanyakan ane di rumah aja sih. Nggak seru ya? Sebenernya ngiri juga sama Jombi yang dibolehin ngelayap ke Bandung sampai berhari-hari dan ane hanya bisa nitip oleh2 aja. Ane juga pengen lho sekali2 membolang, sepertinya seru. Sayangnya ane nggak dibolehin sama ibu suri. Huaaaaa.. aku sudah besar buuu! sudah dewasaa! Tapi masih labil sih.
Hari ini adalah tetes-tetes terakhir nikmatnya liburan panjang. Jombi sudah pulang dari Bandung dan suatu hari kita lagi nongkrong di kamar. Siang2 kering kerontang dan kita sengaja ngadem di kamar. Akhirnya dia nyeletuk tentang film The Green Hornet. Apaan tuh terjemaannya? Kolor ijo? *pikir ane*. Akhirnya ane browsing di cineplex dan nonton trailernya. Wah, film jedar jedor! Boleh juga nih. Tapi ane heran juga pas mbaca genre nya kenapa comedy? Padahal trailernya nggak ada lucu2nya (--").
Akhirnya, ane menyetujui tawaran hedon sore itu. Nggak pake mandi, kita langsung capcus buat ngantri tiket. Bagi ane, nonton film itu wajib hukumnya bawa ransel. Buat apa? Yang jelas bukan buat bawa peta melainkan buat bawa makanan masup. Buahahaha.. dan mengelabuhi satpam bukanlah hal yang sulit. Kita ke carrefour dulu nyari pangan yang banyak buat idup di dalem nanti *emangnya mau ke belantara?* Yang jadi masalah, ane bingung sama si Jombi. Jombi ini bego atau pengen jadi manusia gelonggongan. Dia beli apa coba? Susu Ultra kemasan tergede! Yang biasanya nangkring di pintu kulkas ituuu.. persediaan berapa hari? Mau dimasupin mana nih susu segede batako? Jiahh.. tapi akhirnya Susu itu berhasil disembunyikan dan masuk ke studio dengan selamat. Kan sudah ane bilang, mudah untuk mengelabuhi keamanan.
The Green Hornet pekok banget film e. Sumpah, ane cekikak cekikik terus sambil ikutan nggelonggong susu ultra raksasa itu. Kadang ane sampe ngakak dan menurut ane itu agak lebay. Yang jelas, ane sangat bersyukur nggak ada lampu waktu film diputar sehingga ane nggak kehausan di dalam studio. Btw film ini boleh banget loh buat ngilangin stres! Ayo buruan nonton! *nyakuin uang promo* Hahahaaa
Film usai. Dan itu artinya kita harus cepet2 ngacir ke kamar mandi. Sepertinya susu ultra sudah berubah menjadi urin. Ternyata hari sudah gelap tapi ane nggak menyadarinya. Beginilah hidup di dalem ruangan, nggak tau keadaan di luar. Untung ada alat yang dinamakan jam. Dan hingga jam sembilan malam ane belum mandi juga. Hihihi.. *yaiyalah, masa mau mandi di mal*. Setelah puas jalan2, selesailah hari ini dan mungkin hari ini adalah hari hedon terakhir selama liburan. Oke, liburan sudah selesai anak2.. Hoahhm.. Hi semester 4! :D

Selasa, 01 Februari 2011

Hi Februari!


Seperti biasanya, ane ngalong lagi. Ganti bulan bukan berarti ganti kebiasaan kan? Nyatanya ngalong sudah menjadi budaya yang kayaknya bakal sulit kalau mau diganti dengan budaya mitik. Mitik itu dari kata dasar pitik yang dalam Bahasa Jawa artinya ayam. Ayam jam segini udah ngandang dong yaaa? Tapi yang jelas ane bukan ayam dan juga bukan kalong. Ane manusia.
Well, ini Februari. Bulan yang menghantar ane ke semester empat, bulan di mana hari valentine berada, dan bulan tersingkat sepanjang tahun.
Kabarnya semester empat bakalan seru dengan praktikum-praktikumnya. Yaah, terkutuklah ane kalau masih mau mainan dubbing-time, molor, atau senyum-senyum sendiri di kelas. Belum lagi, ane beserta kroni-kroni lainnya bermaksud untuk ikut ukesma. Ane pikir, kayaknya bakal seru pengalamannya. Apalagi ane merasa bersalah karena sebagai tenaga kesehatan ane nggak bisa make spygmomanometer dengan benar. Kan nggak lucu anak teknik aja bisa nensi, masa ane enggak? Yah, soal ukesma nanti deh ane pikirin lagi sambil mempertimbangkan praktikum2 yang kedengarannya sadis itu.
Di bulan ini ane juga harus melewati tanggal 14. Benar-benar hari yang tidak berperikejombloan: Valentine! Couple's day. Yeay.. *pura-pura seneng*. Ane nggak peduli apakah valentine itu haram atau halal bagi yang jomblo. Tapi sepertinya valentine tahun ini masih akan menjadi hari senin biasa. Malah, hari itu adalah hari pertama masuk kuliah di semester 4! Yaelah.. Lalu apakah ane sebagai jomblo harus melupakan tanggal keempatbelas di bulan ini, ngumpetin kalender dan membukanya lagi setelah bulan Maret? Ngapain juga ane bego. Cokelat, mawar, dan dekorasi pink yang ada dimana-mana udah ngasih tau ane kalo hari kasih sayang akan segera tiba. Dan disini ane sebagai penonton di hiruk pikuknya valentine's day. Tapi nggak ada yang salah dengan hari itu. Bisa aja kan ane jualan bunga sama cokelat? Bagus tuh, bisnis besar. Apalagi cokelatnya ane kasih racun serangga supaya bisa balas dendam dengan mereka yang couple. Hahaha jahat ya ane. Ya enggak lah, ane baik lhoo.. masih jomblo lagi #numpangpromosi.
Bulan februari adalah bulan yang paling singkat. Apalagi tahun ini bukan tahun kabisat. Jadi bulan ini bakalan pendek banget ya.. Ane harap di bulan yang baru ini ane dapet semangat baru. Semangat valentine! *ngooook