Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

Happy Grad, Me!

Selesai sudah saya boleh mengenes-ngeneskan diri dengan mengatasnamakan mahasiswa tingkat akhir. Sekarang saya resmi sudah menjadi sarjana muda yang sebetulnya nggak kalah ngenes juga dari mahasiswa tingkat akhir. Saya akan berhenti menggunakan aji aji "Kalo pake KTM, diskon dong?" dan berhenti ngomongin revisi skripsi di twitter. Kalau jomblo sih teteup *halah dimana mana promosi status lu* hahahaha. 

Dan ini dia bentukan saya berbalut toga, lengkap dengan ijazah di tangan cebok, dan bunga berwarna kuning favorit saya di tangan bagus. Jadi seperti ini to rasanya diwisuda? Wisuda dan segala prosesinya itu rempon666 men. Tapi bagaimanapun, hari itu saya bahagia. Saya bahagia melihat ibusuri, baginda, saudara-saudara saya, sahabat, teman-teman, semuanya senang dan makan makan dengan lahap. Foto SBY dan Boediono yang tergantung di dinding pun tersenyum bangga pada saya. Saya harus bangga dong men!
Pak SBY dan Tuhan memang sama sama belum pernah ketemu saya. Tapi posisi mereka di hati saya jelas jauh banget, kaya hubungan LDR size XXL. So, saya di sini cuma mau berterimakasih sama Tuhan, yang meskipun kita nggak pernah ketemuan, tapi saya selalu disertai dan diberkatiNya dengan luar biasa lewat orangtua, saudara, sahabat, teman, *men, kok nggak ada pacar men?* *pait*. Ya begitu deh. Menurut Tuhan, saya bagusan jadi sarjana muda yang jomblo biar kece. Jomblo kece.

Terima kasih untuk doa doa baik yang boleh saya dengar maupun yang tidak. Saya juga berdoa supaya kita semua sukses, menikmati masa muda hingga tua, selalu diberkati dan bahagia, sehat, makan yang cukup, tidak lupa tidur, tidak menjadi gendut, lebih banyak tertawa, dan lebih baik di masa depan :)

Salam, Mircung.

Minggu, 15 September 2013

Very Good Morning

Sunrise @Sayegan, Special District of Yogyakarta, Indonesia.

Melihat matahari terbit sebenernya bukan hobi saya. Bukan karena matahari terbitnya yang jelek lho. Gile lu, Ndro. Benda raksasa berwarna jingga itu selalu memukau saya pada saat nongol maupun tenggelam, meski sering saya maki maki ketika dia semakin tinggi hingga posisinya tepat di atas ubun-ubun. Padahal saya harus ngampus, naik motor dengan panas yang menggerogoti jiwa dan raga. Lebay ah. 

Oke, kita kembali ke matahari terbit. Jadi sebenernya pemandangan matahari terbit itu keren meski cuma disaksikan dari rooftop yang penuh dengan jemuran celana dalam. Tapi meski begitu, saya tetep nggak hobi berburu sunrise. Why? Semua itu semata mata hanya karena saya pemalas. Saya tidak rela menukar kasur dan selimut dengan pemandangan matahari terbit. Terserah apa kata lo. Biasanya sih begitu. Tapi beberapa sunrise mungkin bisa jadi pengecualian.

Pemandangan sunrise terbaik yang pernah saya saksikan adalah Golden Sunrise di Bukit Sikunir, Dieng. Waktu itu saya bersama teman-teman main saya, termasuk salah satu dari mereka adalah mantan pacar saya yang telah berjasa menjadi tour guide kami. Matahari terbit yang disaksikan dari atas bukit Sikunir telah membuat saya mangap mangap. Bola raksasa bercahaya jingga kekuningan itu menyembul dengan super cantik di antara megahnya gunung gunung yang bahkan, sebelumnya saya nggak pernah menyadari keberadaannya. Gunung-gunung itu adalah Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu, dibaur dengan awan-awan ala ala negeri dongeng, semuanya itu berpadu membentuk lukisan alam yang kupastikan akan membuat siapapun tersenyum lamaaa banget. Dramatisasi. What a sunrise! Kasur dan selimut jelas nggak lebih berharga dari pemandangan sunrise seperti itu.

Golden Sunrise @Sikunir (source)

Sikunir, Dieng, Jawa Tengah (source)

Itu tadi adalah sekilas tentang sunrise terbaik yang pernah saya saksikan. Lalu bagaimana dengan sunrise di tempat yang lain? Sebenarnya postingan ini tidak melulu soal sunrise karena ini adalah sebuah cerita. Secuil lelucon yang terjadi pada hidup saya. Pada suatu pagi buta saya mengeluarkan sepeda saya. Belum mandi, belum apa apa. Waktu itu pukul empat pagi. Sangat tidak lumrah mata saya sudah bebas belek dan saya berjalan dengan semangat menuju gudang untuk mengeluarkan sepeda. Betapa saya pengen sepedaan yang jauh. Mungkin naik sepeda dari Demangan sampai Sayegan jam empat pagi adalah ide gila. Tapi nggak apa apa. Jauh-jauh begitu, Sayegan adalah rumah pacar saya saat itu.

Kurang lebih dua puluh kilometer saya mengayuh sepeda saya. Saya pikir naik sepeda dari Demangan sampai Sayegan adalah benar-benar ide gila, persetan dengan rumah siapapun yang saya tuju. Saya capek dan berkali kali berhenti untuk menarik napas dan tertawa. Jika kempol kaki saya seketika itu juga membesar hingga seukuran buah kelapa, mungkin saya akan berhenti dan menelpon siapapun untuk menjemput saya. Tapi saat itu saya cuma sedikit capek. Jadi setelah istirahat sebentar di Indomaret untuk menenggak beberapa galon, saya lanjutkan perjalanan saya masih dengan sepeda. Dan dengan pengalaman perjalanan ini saya ingin menyampaikan kepada siapapun cewek-cewek yang punya ide gila serupa dengan ini: sadarlah penuh bahwa kamu adalah cewek. Saya beberapa kali digodain orang nggak jelas di sepanjang perjalanan dan itu cukup membuat saya ingin melemparkan jumroh seukuran batu kali tepat di muka mereka. Seandainya itu benar-benar saya lakukan, saya mungkin dikejar. Tertangkap. Dimasukkan ke dalam karung besar. Diculik. Sepeda saya diambil. Ditampar. Diperkosa. Dijadikan budak. Dijual. Saya akan menangis keras-keras dan pacar saya pun saya pikir tidak akan menyelamatkan saya. Jadi saya buang niat itu jauh-jauh. Beberapa keinginan lebih baik dipendam demi perdamaian dunia, bukan begitu?

Saya tidak akan lagi meremehkan Mirsa Renaning Sukma. Saya sampai di depan rumah pacar saya tepat pukul 04.40 WIB. Saya mencapai Sayegan dengan kaki saya sendiri! Lebay lu, Ndro. Saat itu ketika saya sudah sampai, dia belum bangun. Well, saya juga tidak berharap dia sudah bangun, bebas belek, rapi, wangi, sedang menyapu halaman dengan mengenakan daster. Rumahnya sepi banget. Hanya dua pitbull yang dirantai di samping rumahnya yang menggonggongiku. Kupikir, apakah aku mirip balungan?

Menunggu pacar saya bangun, saya berkeliling komplek dan menikmati pagi saya di Sayegan. Komplek persawahan yang luas dan indah. Aspal yang basah oleh embun pagi. Gemercik air jernih yang mengairi sawah. Segerombol ikan kecil entah cethul entah wader yang berusaha keras melawan arus. Mereka pikir siapa mereka? "Kalian semua cuma ikan ikan kecil!", bisik saya. Saya menghirup udara Sayegan dalam dalam. Udara yang lebih sejuk dari yang biasanya  saya hirup di Demangan. Rerumputan dan eek-eek anjingnya pacarku yang sudah kering dan yang masih basah. Beberapa morning people yang menyapa saya dengan teramat ramah. Nenek lanjut usia yang mengenakan caping tersenyum pada saya. Sepertinya beliau sudah tidak mengantuk, malah, semangat sekali pagi itu. Beberapa bocah yang nongkrong di buk, bercengkrama satu sama lain. Gadis kecil yang manis sedang berlatih naik sepeda roda empat bersama ibunya. Sekawanan kambing yang sebenarnya masih ngantuk, tapi sudah digiring ke jalan karena tuntutan rutinitas. Mereka bisa apa? Pegunungan yang entah siapa namanya, berderet rapi. Bukit-bukit kecil yang oleh penduduk sekitar disebut gunung. Satu yang kukenal hanyalah Gunung Gedhang, yang padahal tidak ada pohon pisangnya. Suasana itu asik banget dan berhasil membuat saya senyum-senyum random. Nggak terasa, langit yang biasanya memayungi kami semua berubah cerah. Matahari yang masih sama dengan yang kemarin menyembul dari kejauhan. Warnanya selalu menjadi favoritku. Jingga kekuning-kuningan. Selamat pagi, Sayegan!

Suatu hari, kaki-kaki ini harus kuberi penghargaan. Dia layak mendapatkannya.

Pagi itu saya bersyukur karena pacar saya bangun. Kondisinya sehat, meski masih ngantuk banget. Mungkin jika saya tidak datang ke rumahnya pagi itu dia masih bermimpi nyenyak sekali. Mungkin saya telah mengusik paginya sedemikian rupa. Pacar macam apa saya ini? Sejatinya saya memang bukan seorang pacar yang baik. Oleh karena itu saya akan berusaha menjadi sesuatu yang lain: anak yang baik, sahabat yang baik, orang asing yang baik, atau mahasiswa yang baik, misalnya.
Saya ucapkan selamat pagi padanya dengan senyum yang biasanya dan segera mendapatkan balasannya. Kami duduk di ruang tamu, menikmati obrolan pagi dengan topik orang gila. Pacar saya dan mamanya tidak percaya bahwa saya sampai di depan rumah mereka dengan mengendarai sepeda. Saya tercap aneh, tidak normal, dan sangat neko-neko. Tentu saya tidak keberatan jika ditertawakan, karena mungkin saya memang begitu. Saya akan tertawa bersama kalian yang menertawai saya.

Hari itu saya nikmati bersama pacar saya, mamanya pacar saya, anjing-anjing pacar saya, dan tentu saja, sepeda. Betapa senangnya jadi saya. Saya mengayuh sepeda dan pacar saya mengikuti saya dari belakang, mengandeng pitbull berwarna hitam yang nama dan identitasnya disamarkan. Kunikmati komplek persawahan di Sayegan sekali lagi, bersama pacar saya dan anjingnya. Walaupun sekarang pacar saya sudah menjadi mantan, tapi saya tidak akan lupa. Mengayuh sepeda puluhan kilometer dan mendapatkan atmosfer pagi di Sayegan, jelas saya tidak akan lupa. Tapi mungkin saja saya akan lalai untuk mengingatnya. Mungkin saja nanti saya akan melupakannya. Saya memang payah untuk urusan menyimpan memori, jadi apabila dilupakan itu terasa menyakitkan, saya harus minta maaf.

Saya mencoba mengingat lagi wajah mantan saya. Haha saya mungkin seharusnya kawathir akan terserang CLBK mendadak karena mengingat wajah seseorang di masa lalu yang mungkin pernah ada di hati saya. Saya mungkin bisa meleleh secara dramatis kemudian menghubunginya kembali, memohonnya untuk tetap tinggal, mengajaknya balikan. Tapi sering saya hanya tertawa dan meneruskannya dengan tanpa ragu. Saya mencoba melihat apa yang ada di dalam matanya pagi itu. Saya nggak bicara tentang seberapa besar belek yang terperangkap di sudut matanya tapi tentang yang lain. Sedikit terkejut saya mencoba menerjemahkan sepasang mata kemerahan yang bercerita banyak dan berisik sekali, rasanya seperti melihat film Thailand tanpa subtitle. Ijinkanlah saya sok tahu dan lancang menerka-nerka bahwa banyak sekali yang dia sembunyikan di sana dengan susah payah, entah apa. Sesuatu yang dengan sengaja ia perangkap di sana. Saya tahu saya tidak harus memikirkannya. Saya tidak harus peduli. Saya mungkin adalah salah satu dari entah, yang dia harapkan untuk tidak tahu. Saya melihat matanya sekali lagi dan belum cukup mengerti, tapi kemudian saya perintahkan diri saya untuk berhenti. Saya memang tidak harus memikirkannya, saya tidak harus tahu, dan saya tidak harus mengerti. Saya ingin memeluknya dan kemudian membiarkannya sendiri. Untuk dapat hidup. Untuk dapat bahagia.

"Hey, You. Tentang pagi itu, pagi itu banyak sekali yang aku pikirkan dan aku tidak peduli dengan apa yang ada di dalam kepalamu. Aku mengayuh sepeda sampai rumahmu, mengucapkan selamat pagi, dan mengajakmu sepedaan. Aku hanya berpikir bahwa pagi itu mungkin akan lebih baik jika aku memulainya dengan kamu. Dan aku nggak salah. Terimakasih untuk pagi yang melelahkan tapi asik."

It was a very good morning.

Sabtu, 14 September 2013

Agen Penghianat

Viva betrayal! Location: Gege Steak - Wonogokil, Jawa Tengah, Indonesia. Models: @chocououo @mircung @jun_kenyut
Agen penghianat. What is that? Pasti anda lagi membayangkan sekumpulan manusia yang punya visi dan misi yang tidak jelas, ababil, dan hidup. Sekarang juga tolong hapuskan bayangan anda yang tidak senonoh tentang kami. Anda kan sudah dewasa, jadi tahu dong bahwa berprasangka itu tidak baik. Prasangka buruk itu membunuh. Well, setidaknya ijinkanlah kami untuk memperkenalkan diri kami terlebih dahulu. Kami nggak peduli anda pengen kenal kami atau enggak, kami akan tetap memperkenalkan diri. Kami adalah agen agen penghianat. Pada awalnya kami adalah agen agen perubahan namun kami tidak membawa perubahan. Oleh karena itu kami memutar haluan dan menamakan diri kami sebagai agen penghianat.
By the way, kami ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan lulus. Sebentar itu relatif sih, tapi doakan saja. Semuanya dalam progress yang masih diperjuangkan. Semoga semua ini layak. Yang jelas kita semua berdoa dan berusaha untuk kemerdekaan kami serta kebanggaan orangtua kami. Kami tidak bisa menyenangkan semua orang tapi kami berjanji untuk tidak menghianati mimpi-mimpi kami sampai titik darah penghabisan.
Salamnya untuk agen penghianat di seluruh dunia. Lagunya ngikut.
Goodnight and have a nightmare!

Untukku di Masa Depan

Hai kamu gadis konyol yang hidup untuk bersenang-senang, aku harap sekarang kamu sudah menjadi seorang wanita yang bahagia, seperti yang kuharapkan dari jaman dulu sampai jaman sekarang. Duduk menghadapi secangkir kopi hitam yang disajikan di sisi sepiring pisang goreng yang kamu buat dengan tanganmu sendiri meski cuma pakai tepung bumbu instant. Di sebelahmu duduk seorang laki-laki yang menjadi lawan bicaramu, tertawa mendengarkanmu bercerita ini dan itu. Sore yang seru sekali dengan perasaan terbaik yang pernah ada.
Satu cuplikan adegan sederhana di masa depan yang bagaimana terjadinya tidak bisa kupastikan. Yang bisa kupastikan adalah aku akan menemanimu untuk menghadapi dunia. Aku akan selalu ada di sampingmu, mengingatkanmu untuk tetap tersenyum setiap hari. Aku akan membantumu berdiri lagi saat kamu terjungkal. Dan luka-luka itu, aku akan menunggumu untuk sembuh. Dan mengenai kejiwaanmu, aku akan menunggumu sampai waras. Selama apapun itu, aku akan bersabar untukmu. 
Maaf karena selama ini aku diam saja. Tidak berpendapat. Ratusan kali aku telah sembrono meyakinkanmu pada sesuatu yang pada akhirnya mengecewakan. Maaf karena sering meremehkanmu teramat rendah. Maaf, karena tidak banyak yang bisa kulakukan untukmu.
Tapi aku menyayangimu. Tetaplah tertawa. Tetaplah bernyanyi dan bermain gitar sesukamu. Dan jadilah bahagia.





Sabtu, 23 Februari 2013

Secangkir Kopi, Sebaskom Semangat

"Life is too short for bad coffee."


Mumpung lagi selo nih. Biasa, you know tenan nggak sih hidup seorang mahasiswa tingkat akhir? Mengalami ora? Jadwal ngetweet padat. Jadwal boker tersendat-sendat. Laporan terbengkalai. Revisi bab satu, bab dua, bablas, wira-wiri ngadep dosen pembimbing, sementara aura kejombloan semakin merajalela. Menyediakan waktu untuk ngeblog seperti ini saja susah tauk, apalagi menyediakan waktu untuk pacar. Rumangsamu ki pacar e sopo? Ongkang-ongkang di  rumah sambil online, gitaran, dan nyeruput-nyeruput kopi seperti ini adalah surga yang semakin jarang terjadi akhir-akhir ini. By the way, kopi yang kuminum malam ini enak banget lho, padahal mbikin sendiri, bekerjasama dengan perusahaan kapal api ciptakan kopi enak. Ini adalah cangkir kopi ketigaku untuk hari ini. Pancen, kopi adalah minuman paling mainstream di antara minuman-minuman lain yang kuminum setiap hari. Bahkan, aku bisa meminum hingga empat cangkir kopi dalam satu hari dan mengabaikan kebutuhan tubuhku akan air putih (biasanya, aku cuma minum segelas air putih setiap hari). Jelas, ini adalah gaya hidup yang luput dan harus segera dirubah karena dapat membahayakan kesehatan.


I love coffee 

Secangkir espresso, ramuan ampuh untuk ngobrol sampai pagi

Hai ngalongers, para pecinta malam yang pastinya sangat mencintai hidup sampe tidur aja males? Hahahaha! Ada yang lagi ngopi, sama seperti aku? Oke, disoraki bapak-bapak yang lagi jogo rondo. Selamat malam bapak-bapak di pos ronda yang lagi baca postingan ini sambil mrenges-mrenges dengan ampas kopi yang menempel di gigi, selamat. Kemachoan anda tidak diragukan lagi. Ngomongin soal kopi, pasti ada banyak sekali pecinta kopi di dunia ini. Aku adalah salah satunya, yang walaupun bisa dibilang kecanduan kopi, tapi nggak ngerti banyak-banyak tentang kopi ini. Robusta atau Arabica, melalui pencernaan luwak, trenggiling, atau buaya, apapun itu, pada dasarnya aku mencintai kopi. Sik penting aku cinta. Bagiku, kopi adalah lebih dari sekedar minuman. Yup, karena aku juga doyan kopi  yang digado begitu saja. Enak lho. Ya mungkin aku orangnya nggeragas sih, lagian yang penting aku nggak makan orok. Hahaha! Ngopi. Ngopi itu jelas beda dengan minum air putih, meski kadang aku meminumnya glegek-glegek. Tapi bagaimanapun, minum kopi itu nyeni tauk.

Ketika minum kopi sudah menjadi lifestyle, kamu pasti akan tau bagaimana rasanya hari tanpa minum kopi. Selama ini minum kopi dan boker bersaing dalam hal mendatangkan inspirasi di dalam hidupku. Kopiku biasanya disajikan panas-panas dalam sebuah cangkir,  dengan asap mengepul membawa aroma pekat yang menyibakkan hidung. Pakai cangkir atau mug ya, jangan gelas belimbing. Apalagi kalo ditambah coffee art sama mbak atau mas baristanya. Wah, cantik sekali. Aku suka coffee art, tapi kadang aku malah jadi eman-eman jika harus mengacaukan cantiknya coffee art saat aku mulai menyeropotnya. Yo kepiye meneh sih, urip kok digawe angel? Ngombe yo ngombe wae to. Wah, mulai nggak elegan nih bahasa ane -_-

Sebagai pecinta kopi, adalah kabar gembira jika ternyata kopi adalah minuman yang kaya manfaat. Jadi inget deh sama bakul karopi di kereta Bandung-Jogja waktu itu yang bengok-bengok di sepanjang gerbong kereta, "Karopi karopi! Minum kopi biar pinter!" Hahaha walah paaaak paaaak. Rumangsamu urip ki gur gampang? Pengen pinter rasah sekolah, garek ngombe kopi wae? Ha? Ha?

Bro, ini adalah manfaat kopi yang beberapa waktu lalu memang sengaja aku browsing karena rasa ingin tau yang besar sebagai pecinta kopi--> Manfaat Kopi
Kabar gembira dong buat kita-kita yang rajin ngopi? Hahahaha ngglegakke ati tenan, Bro. Wis yo, nggak perlu dilanjutkan browsing tentang bahaya minum kopi setiap hari karena itu cuma gosip. Percoyo to karo aku ki.

Wis, Bro. Ini adalah tegakkan kopiku yang terakhir, sementara kasurku udah ngelekarable banget nih. Semoga kita semakin mahir dalam menjaga semangat agar tetap membara, sama seperti ampuhnya kafein dalam secangkir kopi yang senantiasa menjaga kita supaya tetap terjaga.

Minggu, 06 Januari 2013

Starting 2013

Karena segala sesuatu baiknya diletakkan pada tempatnya, marilah kita meletakkan 2012 di belakang dan bersiap untuk menghadapi masa-masa yang akan datang. Bukan dengan berlari, tetapi terus melangkah dengan hati-hati.


Merayakan tahun baru memang bukanlah suatu keharusan. Toh merayakan pergantian tahun memang bukan kewajiban warga negara, apalagi kewajiban jomblo. Jomblo kan mahkluk paling merdeka. Mana ada kewajiban-kewajiban remeh macam itu? Jadi, ente tertarik menjadi jomblo? Eh, ini kenapa jadi mbahas kemerdekaan jomblo sih? Ya mentang-mentang jomblo. Jadi apakah ente pernah berpikir bahwa tahun baruan tanpa pacar dapat mengakibatkan galau, suram, kelaparan, dan nggak bisa bertahan hidup? Think again. Jangan pernah remehkan dirimu selemah itu, Mblo. Tapi kalo berminat mengenes-ngeneskan diri di twitter untuk membantu membuat image jomblo ngenes bolehlah, Mblo. Tapi ngenesnya  harus menghibur setimeline ya, Mblo. Kan percuma aja udah jomblo tapi nggak lucu. Percuma! Hahaha (point paragraf ini: jomblo adalah badut).

Oke, seperti yang tadi sudah dibahas di paragraf sebelumnya, semuanya memiliki kebebasan untuk memilih mau ngapain di malam pergantian tahun. Seperti ane, tahun kemarin ane memilih menghabiskan malam tahun baru di pantai bareng sama wong-wong luput:
Ini adalah emoticon happy new year!
Pantai Sadranan, 1 Januari 2012

Tahun sebelumnya ane terjebak macet di daerah McD Sudirman. Kemacetan yang terjadi pada saat itu benar-benar nggak manusiawi bagi orang Jogja. Bikin gedeg dan saya tidak ingin itu terulang. Titik. Sedangkan tahun ini, wacana tahun baruan di puncak gagal total. PUNCAK ftw demi apa?! Lereng merapi alias kaliurang doang, plis. Ah, lebay biarin aja to mumpung lebay belum dilarang. Jadi rencana itu sudah dirundingkan selama berabad-abad oleh komunitas hore people, melewati rentetan survey dan uji kelayakan tempat, dan akhirnya harus batal. Akhirnya, kita nongki cantik di soklat cafe dan bersama-sama terpana menikmati indahnya firework! Alias kembang api. Opo kowe wis tau ngeroso koyo tas kresek~ #nowplaying Katy Perri - kembang api. Hahahak! Yoi, malam itu memang jogja hujan deras tapi hujannya cukup toleransi pada saat mendekati waktu pergantian tahun. 

Soklat cafe, 31 Desember 2012

merumuskan resolusi 2013

umbrella gang :))
Demikian 365 hari di depan harus dilewati di dalam 2013, pastikan selalu ada persediaan semangat untuk menikmati every single second-nya. Happy newyear blog, selamat mengamini doa-doa baik dengan penuh harapan palsu #eh baru ;)

Sabtu, 22 September 2012

1 Corinthians 13:4-7

"Love is patient, love is kind.
It does not envy, it does not boast, it is not proud.
It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs.
Love does not delight in evil but rejoices with the truth.
It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres.."

Minggu, 19 Agustus 2012

Getting Older


Aku masih terlalu muda untuk memiliki usia setua ini #persoalan!
Getting older. Hahahah! Hello sunshine, goodmorning you :)
31 Juli 2012. Yak, hari ini adalah hari notification sedunia sehingga rencana melupakan hari ini ane nyatakan gagal. Haha ini barangkali emang bukan hari terbaik untuk merayakan ulang tahun. Fyi, ane lagi kuliah kerja nyacat. Semangat selalu ya, buat unit 28 Ngemplakseneng yang lagi bekerja giat untuk masyarakat. Sori sori hari ini ane belum bisa balik ke lokasi karena harus ujian remed di kampus *halah* dan parahnya, ane nggak punya cukup stok semangat buat belajar gila-gilaan. Yaudahsih, setidaknya hari ini cerah dan berlimpah donat. Bagaimanapun, sebagai manusia yang udah nggak muda lagi, ulangtaun itu bukan lagi perkara niup lilin dan potong kue. Ini bahkan lebih rumit dari menerima kenyataan kalo selama KKN berat badan ane naik dua kilo. Okee, di hariku yang ke duapuluhsatu tahun ini *omaigat* ane mendapatkan rentetan panjang ucapan selamat dengan doa-doa yang siap untuk diamini. Ya tentu saja berkat facebook. Tapi apapun itu, makasih semuaaa.. semoga setelah harapan-harapan baik itu diamini, nantinya bisa terwujud. Salam hore! :')

Kamis, 26 April 2012

Luput!

Semenjak lahir hingga sekarang hidup ane cukup hore sebagai manusia biasa. Kerjaan ane hehahehe kemana-mana bersama teman-teman semua. Apalagi sekarang ane bukan lagi jomblo ngenes seperti yang kalian tuduhkan. Yes, it feels so right beibi! Sampai suatu hari ane dihadapkan pada outline skripsi berdeadline yang tidak senonoh. Yap, fakultas ane memiliki kebijakan superbijaksana untuk mengambil skripshit *eh skripsi di semester 6. Skripsi adalah momok. Skripsi adalah momok. Skripsi adalah momok. Yak, sugesti buruk diterima. Adakah yang bisa mencabutnya? Somebody help mih. Helep. Helep. Helep *megapmegap* *butuh oxycan*

You know, bikin perencanaan mbolang aja susah. Apalagi perencanaan skripsi. Ane pun mengobrak-abrik tumpukan buntel tempe dan menemukan selembar kertas yang pating plekuk itu. Kartu perpus. Nyahahaha dear kartu perpus, sori ya. Kalo lagi butuh aja ane cari ente. Selama ini aku menelantarkanmu di dalam tumpukan buntel tempe. Sungguh nista.

Cieee sekarang ane jadi anak perpus cieee.. gotong2 textbook, pasang tampang pusing padahal kebelet boker, pantengin laptop padahal twitteran, dan tidak lupa update di foursquare supaya eksis. Beberapa kali bahkan ane dianterin mas pacar ke perpus buat nyari bahan skripsi. Makasih ya mas pacar yang selalu sabar nemenin ane mayeng-mayeng kemana-mana. Sesuatu banget haha : ) *dipleroki seantero perpustakaan*

“Hari ini ane mau ke perpus. Semoga perpusnya nggak roboh.”

Iya iya, ini memang suatu pencapaian besar. Jadi kapan terakhir ane ke perpus? Lupa. Yang jelas dulu penjaga perpusnya nggak setua ini ya kayaknya #PLAK. Hahahaha jadi kalo mau dibuat, kerangka berpikirnya semacam ini. Kegalauan akan outline à kebelet boker --> boker --> belum lega --> berarti masih ada ganjalan --> outline belum kelar --> galau lagi --> disemangatin pacar --> ngumpulin niat à dorongan untuk melakukan tindakan à ke perpus. Owyeah, cerdas kuadrat.

Hari itu ane nggak ditemenin mas pacar berhubung beliau ini memang lagi sibuk. Yaudahsih, nggak masalah juga ane ke perpus sendirian *senyum tabah mahasiswa galau skripsi*. Masalahnya hari itu ane eror banget. Yaampun, cung. Sehari doang nggak ke perpus sama pacar jadi gitu? Hahaha ini ane mau cerita luput. Tentang keabsurdan yang udah lama sekali nggak terjadi. Kirain udah selesai ini kutukan. Hahahah

Jadi gini. Hari itu ane ndekem di perpus seharian sampe lampu-lampu dimatiin *silahkan tepoktangan lima menit nggak boleh lebih*. Yak, itu artinya perpus mau tutup sodara-sodara. Sedih juga masih mau belajar tapi diusir gini. Nista banget nista banget. Tapi ya mau gimana lagi? Jemuran juga belum diangkat. #jah #keperpustapimikirinjemuran. Lalu ane keluar perpus setelah ngembaliin kunci loker. Beberapa langkah dari pintu perpus, ane ngerasa enteng. Kok enteng? Beban hidup kan belum ane tanggalin. Pipi juga masih nempel. Astaga kutukupret. Ane kan belum ngambil tas di lokeeeer! *yum in yum out*. Ane pun mengutuki diri sendiri sambil ngibrit balik ke perpus buat ngambil kunci. “Pak, tas saya ketinggalan di loker” bodo banget ane. Yang jadi masalah adalah.. tadi lokernya nomer berapaaaa?!  Ane LUPA. Matik. Matik. Padahal ada banyak banget kunci disana. Jadi ane harus gimana? Minta bantuan. Minta pertolongan teman.

Ane pun keluar buat manggil antek-antek. Mereka pun ane eret-eret buat bantuin ane nyariin kunci loker. Semua kunci diangkut keluar dan ane bukain loker satu persatu. Satu satu meeen -________-“. Jadilah ane membuat mereka semua lembur buat nungguin ane bukain loker. Duhhhh.. jan!

Setelah lama banget, akhirnya tas ane ketemu. Di loker nomer 13. Siaaal. Di situ ane mampus diketawain orang-orang. Segenap karyawan perpustakaan pun mengucapkan segenap keprihatinan. Iya deh, ane tau ini emang lucu. Lucuk banget. “Mbak mbak.. cantik2 kok pikun” iyah, makasih yah dibilang cantik. Tapi belakangnya nggak enaak. “Mbak mbak, jangan2 lupa juga sama pacarnya. Nanti pacar orang dikira pacarnya. Hahaha” “Besok lagi lokernya diorekorek nganggo kapur barus wae mbaaak” #ngek “Iya pak, nanti saya beli cerebrovit satu lusin hehe” #sambilnahankentut -,-

Perpus udah sepi orang-orang. Yang kedengeran cuman HAHAHA mereka dan HEHEHE ane. Setelah puas ngetawain dan diketawain, salah satu bapak penjaga perpus mengunci pintu perpus. Kita udah siap-siap pulang. Tapi... adegan selanjutnya adalah: HAHAHAHAHAHA “Pak, ada yang ketinggalan lagi deh pak” *muka tanpa dosa tak bercela* “Jiaaah.. opo meneh?” | “Buku sama tempat pensil saya masih di dalem kayanya pak HEHEHEHEHEHEHE” | “Woalaaaaahhhhh” *bapak penjaga bukain pintu lagi sambil gedeg2* Ane pun masuk ngambil barang-barang sambil ndremimil minta maaf sama bapak2 sekalian. Ampuuuuun hahahah silahkan kutuk saya jadi manusia. Saya juga udah bosen jadi bidadara. Hyahahahahaha ini adalah sejarah kepikunan nomer satu yang akan selalu kukenang :’> Semoga kalian yg baca ini mau doain ane supaya ane cepet sembuh ya. Hahaha salam hore tiada tara! :DD

Kamis, 20 Oktober 2011

Cacatan Random


Hari ini tidak jauh beda dengan hari-hari kemarin. Aku mendengarmu sedang ngobrol dengannya. Di sana kau terdengar sibuk mencari-cari topik untuk dibahas panjang lebar. Sedangkan yang diajak bicara malah asyik sendiri, sambil sesekali menanggapimu. Kalian pun ngobrol ngalor ngidul, dengan topik yang berhasil kau buat tadi. Sebenarnya pembicaraan kalian sama sekali tidak menarik. Aku mendengarnya semata-mata karena aku punya telinga. Sepele, namun tidak terpikir olehku secuil hari kamis ini akan membawa pikiranku kemana-mana. Aku mencernanya dengan susah payah dan aku memang berniat tidak menimpali apapun karena aku sedang sibuk dengan pikiranku sendiri.
Pembicaraan kalian terdengar hampir selesai. Kau melintas di depanku. Aku diam saja. Apa kau yakin tidak mau bicara padaku? Apa kau yakin tidak ada yang bisa kita bicarakan sekarang?
Kita bertemu setiap hari. Seharusnya aku tidak perlu takut kita tidak bisa bicara lagi. Lihat, kaulah yang akan mengajakku bicara nanti. Dan saat itu, aku akan menyampaikan apa yang aku rasakan. Lihat saja.
Ini postingan sampah dan sampah harus dibuang pada tempatnya *CMIIW* ;P