Sabtu, 23 Februari 2013

Secangkir Kopi, Sebaskom Semangat

"Life is too short for bad coffee."


Mumpung lagi selo nih. Biasa, you know tenan nggak sih hidup seorang mahasiswa tingkat akhir? Mengalami ora? Jadwal ngetweet padat. Jadwal boker tersendat-sendat. Laporan terbengkalai. Revisi bab satu, bab dua, bablas, wira-wiri ngadep dosen pembimbing, sementara aura kejombloan semakin merajalela. Menyediakan waktu untuk ngeblog seperti ini saja susah tauk, apalagi menyediakan waktu untuk pacar. Rumangsamu ki pacar e sopo? Ongkang-ongkang di  rumah sambil online, gitaran, dan nyeruput-nyeruput kopi seperti ini adalah surga yang semakin jarang terjadi akhir-akhir ini. By the way, kopi yang kuminum malam ini enak banget lho, padahal mbikin sendiri, bekerjasama dengan perusahaan kapal api ciptakan kopi enak. Ini adalah cangkir kopi ketigaku untuk hari ini. Pancen, kopi adalah minuman paling mainstream di antara minuman-minuman lain yang kuminum setiap hari. Bahkan, aku bisa meminum hingga empat cangkir kopi dalam satu hari dan mengabaikan kebutuhan tubuhku akan air putih (biasanya, aku cuma minum segelas air putih setiap hari). Jelas, ini adalah gaya hidup yang luput dan harus segera dirubah karena dapat membahayakan kesehatan.


I love coffee 

Secangkir espresso, ramuan ampuh untuk ngobrol sampai pagi

Hai ngalongers, para pecinta malam yang pastinya sangat mencintai hidup sampe tidur aja males? Hahahaha! Ada yang lagi ngopi, sama seperti aku? Oke, disoraki bapak-bapak yang lagi jogo rondo. Selamat malam bapak-bapak di pos ronda yang lagi baca postingan ini sambil mrenges-mrenges dengan ampas kopi yang menempel di gigi, selamat. Kemachoan anda tidak diragukan lagi. Ngomongin soal kopi, pasti ada banyak sekali pecinta kopi di dunia ini. Aku adalah salah satunya, yang walaupun bisa dibilang kecanduan kopi, tapi nggak ngerti banyak-banyak tentang kopi ini. Robusta atau Arabica, melalui pencernaan luwak, trenggiling, atau buaya, apapun itu, pada dasarnya aku mencintai kopi. Sik penting aku cinta. Bagiku, kopi adalah lebih dari sekedar minuman. Yup, karena aku juga doyan kopi  yang digado begitu saja. Enak lho. Ya mungkin aku orangnya nggeragas sih, lagian yang penting aku nggak makan orok. Hahaha! Ngopi. Ngopi itu jelas beda dengan minum air putih, meski kadang aku meminumnya glegek-glegek. Tapi bagaimanapun, minum kopi itu nyeni tauk.

Ketika minum kopi sudah menjadi lifestyle, kamu pasti akan tau bagaimana rasanya hari tanpa minum kopi. Selama ini minum kopi dan boker bersaing dalam hal mendatangkan inspirasi di dalam hidupku. Kopiku biasanya disajikan panas-panas dalam sebuah cangkir,  dengan asap mengepul membawa aroma pekat yang menyibakkan hidung. Pakai cangkir atau mug ya, jangan gelas belimbing. Apalagi kalo ditambah coffee art sama mbak atau mas baristanya. Wah, cantik sekali. Aku suka coffee art, tapi kadang aku malah jadi eman-eman jika harus mengacaukan cantiknya coffee art saat aku mulai menyeropotnya. Yo kepiye meneh sih, urip kok digawe angel? Ngombe yo ngombe wae to. Wah, mulai nggak elegan nih bahasa ane -_-

Sebagai pecinta kopi, adalah kabar gembira jika ternyata kopi adalah minuman yang kaya manfaat. Jadi inget deh sama bakul karopi di kereta Bandung-Jogja waktu itu yang bengok-bengok di sepanjang gerbong kereta, "Karopi karopi! Minum kopi biar pinter!" Hahaha walah paaaak paaaak. Rumangsamu urip ki gur gampang? Pengen pinter rasah sekolah, garek ngombe kopi wae? Ha? Ha?

Bro, ini adalah manfaat kopi yang beberapa waktu lalu memang sengaja aku browsing karena rasa ingin tau yang besar sebagai pecinta kopi--> Manfaat Kopi
Kabar gembira dong buat kita-kita yang rajin ngopi? Hahahaha ngglegakke ati tenan, Bro. Wis yo, nggak perlu dilanjutkan browsing tentang bahaya minum kopi setiap hari karena itu cuma gosip. Percoyo to karo aku ki.

Wis, Bro. Ini adalah tegakkan kopiku yang terakhir, sementara kasurku udah ngelekarable banget nih. Semoga kita semakin mahir dalam menjaga semangat agar tetap membara, sama seperti ampuhnya kafein dalam secangkir kopi yang senantiasa menjaga kita supaya tetap terjaga.

Minggu, 06 Januari 2013

Starting 2013

Karena segala sesuatu baiknya diletakkan pada tempatnya, marilah kita meletakkan 2012 di belakang dan bersiap untuk menghadapi masa-masa yang akan datang. Bukan dengan berlari, tetapi terus melangkah dengan hati-hati.


Merayakan tahun baru memang bukanlah suatu keharusan. Toh merayakan pergantian tahun memang bukan kewajiban warga negara, apalagi kewajiban jomblo. Jomblo kan mahkluk paling merdeka. Mana ada kewajiban-kewajiban remeh macam itu? Jadi, ente tertarik menjadi jomblo? Eh, ini kenapa jadi mbahas kemerdekaan jomblo sih? Ya mentang-mentang jomblo. Jadi apakah ente pernah berpikir bahwa tahun baruan tanpa pacar dapat mengakibatkan galau, suram, kelaparan, dan nggak bisa bertahan hidup? Think again. Jangan pernah remehkan dirimu selemah itu, Mblo. Tapi kalo berminat mengenes-ngeneskan diri di twitter untuk membantu membuat image jomblo ngenes bolehlah, Mblo. Tapi ngenesnya  harus menghibur setimeline ya, Mblo. Kan percuma aja udah jomblo tapi nggak lucu. Percuma! Hahaha (point paragraf ini: jomblo adalah badut).

Oke, seperti yang tadi sudah dibahas di paragraf sebelumnya, semuanya memiliki kebebasan untuk memilih mau ngapain di malam pergantian tahun. Seperti ane, tahun kemarin ane memilih menghabiskan malam tahun baru di pantai bareng sama wong-wong luput:
Ini adalah emoticon happy new year!
Pantai Sadranan, 1 Januari 2012

Tahun sebelumnya ane terjebak macet di daerah McD Sudirman. Kemacetan yang terjadi pada saat itu benar-benar nggak manusiawi bagi orang Jogja. Bikin gedeg dan saya tidak ingin itu terulang. Titik. Sedangkan tahun ini, wacana tahun baruan di puncak gagal total. PUNCAK ftw demi apa?! Lereng merapi alias kaliurang doang, plis. Ah, lebay biarin aja to mumpung lebay belum dilarang. Jadi rencana itu sudah dirundingkan selama berabad-abad oleh komunitas hore people, melewati rentetan survey dan uji kelayakan tempat, dan akhirnya harus batal. Akhirnya, kita nongki cantik di soklat cafe dan bersama-sama terpana menikmati indahnya firework! Alias kembang api. Opo kowe wis tau ngeroso koyo tas kresek~ #nowplaying Katy Perri - kembang api. Hahahak! Yoi, malam itu memang jogja hujan deras tapi hujannya cukup toleransi pada saat mendekati waktu pergantian tahun. 

Soklat cafe, 31 Desember 2012

merumuskan resolusi 2013

umbrella gang :))
Demikian 365 hari di depan harus dilewati di dalam 2013, pastikan selalu ada persediaan semangat untuk menikmati every single second-nya. Happy newyear blog, selamat mengamini doa-doa baik dengan penuh harapan palsu #eh baru ;)

Kamis, 27 Desember 2012

Wonogiri! Hahehahehahe

Hai. Ada yang tau wonogiri?
"....."
*ampun*
Gimana sih kamu. Masa wonogiri aja nggak tau? MASA NGGAK TAU?! Kalau kamu nggak tau wonogiri, mungkin kamu harus tanya sama @jun_kenyut atau @yudha_benni . Keduanya adalah putera dan puteri wonogiri yang membanggakan, mengerti dan memahami wonogiri melebihi google. Sangar kan.

Waduk Gadjah Mungkur, Wonogiri

Nah, kali ini ane akan bercerita mengenai kesempatan weekend hore di wonogiri. Kesempatan kadang hanya datang satu kali. Mungkin beberapa memang datang dua atau tiga kali. Tapi jika kesempatan nggak datang-datang, ciptakanlah kesempatanmu sendiri *iki opo*. Jadi beberapa hari yang lalu ane liburan ke wonogiri, destinasi yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Hahaha! Liburan itu berawal pada suatu pagi yang hectic, dimana ane sedang sibuk mengerjakan tugas di kos temen sebut saja Daiyen. Entah sarapan pake apa ane pagi itu, yang melintas di pikiran ane adalah waduk gadjah mungkur. Kemudian ane membayangkannya. Hanya dengan membayangkan, ane jadi penasaran. Sepertinya iseng membayang-bayangkan itu bisa berakibat berkepanjangan. Hati-hati ya dengan apapun yang kamu bayangkan. Hehe Semata-mata hanya karena ane mengalami rasa penasaran yang mendalam pada waduk gadjah mungkur,  ane lalu meng-sms kenyut. "Nyut, aku ingin ke wonogiri". Dia lalu menghentikan sarapannya kemudian riang gembira.
Singkat cerita, hari itu juga kita berangkat ke wonogiri tanpa pamitan sama sanak saudara. Pada hari-hari berikutnya akhirnya ane tau bahwa mereka pun nggak nyariin keberadaan ane *baygon mana baygon*.

Ternyata Jogja-Wonogiri jauh, padahal perasaan deket. Perjalanan Jogja-Wonogiri butuh waktu sekitar 3 jam naik metik. Gimana kalo jalan kaki? Ya yang pasti ada pertanyaan-pertanyaan yang nggak perlu untuk dijawab supaya yang tanya mikir sendiri. Ya, jadi tiga jam perjalanan itu sudah termasuk lampu merah, polisi tidur, dan mampir beli martabak. Jadi ceritanya ane nebeng kenyut yang pulang kampung dan ingin membawakan oleh-oleh martabak. Malam itu kita sempet kehujanan juga di jalan dan basah. Maybe pas itu kenyut berniat adegan india-indiaan gitu di bawah rintik hujan tapi setelah melirik ane niat itu kandas sudah. Hahahah ya, pesan yang dapat dipetik dari paragraf ini adalah bahwa LDR itu tidak mudah.

Akhirnya kita pulang ke rumah kenyut setelah menyantap capcay paling enak sedunia *ini menurut kenyut* yang ane iyain aja biar cepet. Sesampainya di rumah kenyut, ane dikenalin sama keluarganya gitu. Ternyata dia berniat serius ya selama ini? Gue pikir dia cuman ciyus aja. Jadi kepikiran deh *ini ngomongin apaan*
Malam pertama kita berdua tepar *ini apa lagi*
Paginya kita berencana buat menjelajahi wonogiri. Emang ada apa aja sih di wonogiri? Eits.. jangan salah ya. Di wonogiri itu ada waduk terbesar seasia tenggara. Ya memang dimana-mana yang namanya waduk itu menampung air doang sih, begitu juga dengan waduk gadjah mungkur. Airnya pun keruh a.k.a buthek. Lah, kok ane malah nyacat? Hahaha bentar dulu dong, ini belum selesai. Buthek-buthek gini, tahukah kamu bahwa waduk gadjah mungkur punya manfaat yang sangat banyak, terutama bagi penduduk sekitar? Yaaa salah satunya adalah untuk foto foto. Tapi jujur kacang ijo ketan hitam, sesampainya di sana ane nggak tahan sama panasnya yang bener bener hot-hot potato. Jadi kita duduk di bawah pohon rindang sambil kipas-kipas. Elit sekali.

Wisata wonogiri nggak berhenti sampai di sini aja. Ane beserta ketiga temen ane yang kesemuanya adalah putra dan putri wonogiri ini bermaksud untuk mendaki bukit gantole, spot pergantolean di wonogiri yang katanya (katanya orang-orang wonogiri) memiliki pemandangan yang indah. Dari atas bukit kita dapat melihat seluruh perairan gadjah mungkur dan pada saat itu juga ente akan spontan manggut-manggut, memahami arti hidup. Jika beruntung, ente akan mendapati orang-orang yang bergantoleria di bukit ini. Sayang, hari itu kita nggak ketemu sama orang-orang yang main gantole. Dan jika ente adalah seorang anak layangan sejati, mungkin ente akan menyesal banget gara-gara nggak membawa layangan. Pasti seru lho main layangan di ketinggian gitu. Anginnya tuh ideal banget buat menerbangkan layang-layang. Tapi nggak masalah nggak bawa layangan selama ente bawa pacar. Main pacar juga lumayan seru kok. Anginnya tuh ideal banget buat menerbangkan pacar. Teeeet! *oke, something wrong*

Nah, ini dia beberapa momen yang berhasil dibekukan untuk mengabadikan ane dan wonogiri :)

berniat levitasi hore, but totally failed :\
mengejar bidadari

pirates of gadjah mungkur!

aku dan sakura kuniiiing! *grin*

pirates of gadjah mungkur :))

me and tingti